BNN Bontang dan Damkar menandatangani PKS, Senin (30/3/2026).BONTANG -Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) dalam upaya memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemerintahan.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang menargetkan seluruh pegawai Disdamkartan bebas dari narkoba pada akhir 2026. Kepala BNN Kota Bontang, Lulyana Ramdani, mengungkapkan bahwa program ini bukan sekadar formalitas administratif.
“Bentuknya mulai dari pelatihan, pembentukan satuan tugas internal, penguatan ketahanan keluarga, hingga tes urine secara berkala. Semua dilakukan secara berkesinambungan,” ujar Lulyana di Bontang, Senin (30/3/2026).
Pendekatan yang diterapkan, tambahnya, bersifat komprehensif—mencakup aspek represif, preventif, dan edukatif. Penguatan ketahanan keluarga menjadi sorotan khusus mengingat lingkungan terdekat merupakan benteng pertama dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Lulyana menegaskan target ambisius ini: seluruh pegawai Disdamkartan, baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), harus benar-benar bersih dari narkoba pada akhir 2026.
Pemilihan Disdamkartan sebagai mitra strategis didasarkan pada peran vital mereka sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat dalam situasi darurat.
“Tidak boleh ada kompromi. Mereka adalah pelayan masyarakat di garis depan, sehingga kondisi fisik dan mental harus prima,” tegasnya.
Pilihan ini juga tak lepas dari temuan sebelumnya mengenai indikasi penyalahgunaan narkoba di kalangan pegawai dinas tersebut. Kondisi tersebut menjadi alarm sekaligus dasar perlunya pembinaan intensif.
Dalam program pencegahan tahun ini, BNN Kota Bontang memfokuskan intervensi pada tiga sektor utama:
Pertama, instansi pemerintah, dengan Disdamkartan sebagai pilot project. Kedua, lingkungan masyarakat, di mana Kelurahan Tanjung Laut Indah ditetapkan sebagai wilayah prioritas berdasarkan peta kerawanan yang menunjukkan tingkat peredaran dan penyalahgunaan narkoba cukup tinggi.
Ketiga, sektor perusahaan, dengan PT Pupuk Kalimantan Timur terpilih sebagai lokasi pembinaan awal mengingat sebagian besar warga Bontang menggantungkan mata pencaharian di perusahaan tersebut.
Lulyana menyadari keterbatasan sumber daya yang dimiliki. Oleh karena itu, strategi diterapkan secara bertahap dengan memilih satu perusahaan sebagai percontohan.
“Apabila sistem yang baik telah terbentuk, mereka dapat menjadi teladan dan membantu perusahaan lain. Harapannya, dampaknya dapat meluas,” jelasnya. (FR)
Tidak ada komentar